no kopas oke
Selasa, 28 Agustus 2012
Dari Ambang Pintu Ke Langit...
Kini...
Bersama dengan hujan sedih, yg mengguyup mukaku,,, kudambakan sebuah tangga dari debu yg terhimpun dari punggung-punggung terbungkuk dan tangan-tangan melekap ke lutut agar aku dapat naik ke langit tertinggi dan mengetahui kemana perginya doa dan keluhan kita...
Kasih...
Segala doa dan keluhan, Segala ratap dan tangis yg mendambakan pertolongan terpancar dari berjuta bibir dan hati, Lewat beribu tahun dan kurun, Tentulah terhimpun disuatu tempat dilangit dan barangkali kata-kata dariku ini kini juga berada didekat kata-kata akan biarlah kita tunggu air mata langit...
Kasih...
kini aku merindukan dirimu untuk kembali dan biarpun angin yg tak dapat memisahkan kita,
Dan kini aku merindukan kamu, dimanapun kau berada dan ku pun terlihat seperti biasanya kapan pu kamu berada...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar